Tipe Kepemilikan Bisnis

June 06, 2018

Tipe Kepemilikan Bisnis

    

     A.    TIPE KEPEMILIKAN


Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen (Konsumen adalah setiap orang pemakai barang an atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga,orang lain,maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pemebelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia  disebut pengecer atau distributor.) atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.Secara historis kata bisnis dari bahasa inggris businness. Dari kata dasar busyyang berarti ‘’sibuk’’ dalam konteks indvidu,komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

1 Bentuk dasar kepemilikan bisnis
     Meskipun bentuk kepemilikn bisnis berbeda-beda pada setiap negar, ada beberapa bentuk yang dianggap umum :
Ø   Perusahaan perseorangan : adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas . atas harta perusahaan . Artinya,apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
Ø  Perseroan : adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan.
Ø  Koperasi : Adalah  bisnis yang beranggotakan orang – orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Karakteristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda.Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
2. Tipe kepemilikan,retailing
Berasarkan tipe kepemilikan, retailing dapat dikelompokan menjadi tiga jenis, yaitu :
1.       Independent retail firm.
Independent retail firm yaitu suatu outlet pengecer yang dimiliki dan dioperasikan secara independen dan tanpa afiliasi (penggabungan)
2.       Waralaba (franchising )
Waralaba(franchising ), yaitu suatu sistem pemasaran atau distribusi barang dan jasa, dimana sebuah perusahaan induk( franchisor) memberikan kepada individu atau perusahaan lain (franchisee) yang berskala kecil atau menengah dengan hak-hak istimewa untuk melakukan suatu sistem usaha tertentu melalui cara yang sudah ditentukan, selama waktu tertentu dan di suatu tempat tertentu pula.
 Ada tiga bentuk sistem warabala , yaitu :
a)        Product franchise
Dalam bentuk yang dikenal pula dengan sebutan prduct distribution franchising memberikan kekeluasaan bagi para franchisee untuk memproduksi dan mendistribusikan ini produk tertentu dengan menggunakan nama merek dan sistem pemasaran yang ditentukan/ dikembangkan oleh franchisor.
b)      Business format franchising (entrepreneurship franchising).
Dalam bentuk ini, franchisor mengembangkan usahanya dengan  membuka outlet yang dikelola oleh franchisee yang berminat membuka usaha dengannya.
c)  Business Opportunity Venture.
Franchisor merancang suatau sistem jalur distribusi, Lalu franchisee mendistribusikan barang/jasa sesuai dengan sistem yang telah ditetapkan franchisor.

Karakteristinya:
§  Franchisee menjual barang/jasa berdasarkan kualitas standar dan teridentifikasi dari merek dagang franchisor
§  Franchisor memiliki kontrol atas operasi franchisee
§  Franchisee diharuskan membayar imbalan  berupa ‘’fees’’ kepada Franchisor

3.       Corporate chain
 Corporate chain, yaitu suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih usaha yang saling berkaitan atau berhubungan dalam satu manajemen dan dimiliki oleh suatu kelompok pemegang saham. ( dimiliki oleh suatu intitusi bisnis bukan perorangan, melainkan dalam bentuk perseroan (company owned retail chain), Wujudnya bisa berupa jaringan toko serba ada (department store), pasar swalayan (supermarket), srecialty store, maupun jaringan superstore. Contohnya adalah Matahari Group,Robinson Group,Cahaya Group, Hero Group,dan lain-lain.Keuntungan dari corporate chain ini adalah volume penjualan yang tinggi, kemampuan untuk membeli dalam kuantitas yang sangat besar, dan kemampuan untuk mempekerjakan karyawan dengan kemampuan khusus dalam pengembangan materi-materi promosi penjualan.

Dalam memilih retail store,pembeli mempertimbangkan banyak hal. Faktor utama yang diperhatikan adalah yang berkaitan dengan kebutuhan ekonominya. Di lain pihak, kebutuhan emosional (seperti gengsi ) juga kadang kala mempengaruhi pilihannnya. Faktor-faktor ekonomi yang relavan dalam memilih retail store antara lain meliputi :
1.       Harga
2.       Kemudahan
3.       Kualitas produk yang ditawarkan
4.       Jasa-jasa khusus yang ditawarkan

D.  E RETAILING
      E-Tailing merupakan kepenekan dari electronic retailing, yaitu pemanfaatan e-commerce untuk keperluan membuat toko eceran. E- tailing disebut juga e-retailing, penjualan  barang eceran tanpa pertokoan.


a.       Model Bisnis E Tailing
Klasifikasi E Tailing dapat didasarkan melalui macam saluran pendistribusiannya :
1.       Pemesanan/pengiriman barang/jasa melalui pos.
2.       Pemesanan online dari perusahaan manufaktur(komputer)
a)      Pure-play e-tailers : Produsen yang melakukan penjualan melalui internet tanpa menggunakan perantara agen fisik(proses,agen, dan produk digital)
b)      Click-and-mortar retailers : Menggunakan baik proses digital maupun agen fisik.
b.      Barang-barang yang  biasanya ditawarkan dalam E Tailing
Terdapat banyak sekali macam barang atau jasa yang ditawarkan dengan cara E Retailing yang diantaranya :
a.          Travel
Konsumen dapat mengetahui informasi tentang paket-paket perjalanan atau wisata dan dapat memesan tiket langsung secara online.
Contoh : airasia.com
b.          Fashion
Konsumen dapat mengetahui trend fashion terbaru dan dapat memesan secara online barang-barang fashion yang diinginkan.
c.           Book and Music
Konsumen dapat mencari informasi tentang buku terbitan terbaru dan lagu-lagu baru yang ada. Konsumen juga bisa mendownload lagu-lagu yang diinginkan baik secara free ataupun premium.
Contoh : www.gramediaonline.com  dan beemp3.com
d.          Software
Konsumen dapat mengetaui pasar penjualan software yang ada dan melakukan pembelian secara online dan downloading.

Terdapat 4 konsep dasar model bisnis e-tailing yang dikemukanan oleh Calkins, yaitu 
1.       Chanel Support
Adalah usaha-usaha untuk meningkatkan penjulan tambahan dengan cara memanfaatkan beberapa pengecer yang menggunakan internet untuk mendukung distribusi yang ada.
Contohnya : Mirip toko kelontong
2.       Category Killer
Adalah pengecer yang menawarkan kelengkapan untuk kategori yang bersangkutan meskipun sebenarnya spesialisasinya adalah pengecer untuk satu macam produk saja. Contohnya : Home Depot (home improvement),
Toys R Us (mainan anak-anak),dan lain-lain.



3.       Auctioner
Dikenal sebagai perusahaan yang melakukan transaksi lelang online. Pedagang melakukan content (Produk yang ditawarkan, informasi rinci, dan harga penawaran ).
4.       Vertical Portal
Bisnis ini melibatkan beberapa merchant yang memiliki modal yang sangat kuat, merk yang terkenal, skala bisnis yang besar, dan kredibilitas yang meyakinkan.
Contoh : Pelaku bisnis ini dapat ditemukan di www.pikenet.com


Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

No comments