Siklus Hidup Produk

June 06, 2018
      1.    Siklus hidup produk (Product life cycle )
Seperti halnya makhluk hidup , produk juga mengalami daur hidup.Dilihat dari sudut volume penjualan, mereka juga mengalami lahir (Perkenalan ), tumbuh,puncak penjualan (kedewasaan),merosot sampai akhirnya hilang dari peredaran.
Siklus hidup produk (bahasa inggiris :Product life cycle) merupakan konsep penting dalam berproduksi yang memberikan pemahaman tentang dinamika suatu produk yang kompetitif.

Beberapa penyebab produk memiliki siklus hidup adalah :
a.       Produk memiliki umur terbatas
b.      Penjualan produk  melewati tahap- tahap yang berbeda.
c.       Laba naik turun
d.      Produk membutuhkan strategi pemasaran
      2 .      Macam-Macam siklus hidup dan produknya
Beberapa produk dirancang dengan siklus tertentu.
a.       Barang-barang mode (fashion) mungkin memiliki  siklus selama lima tahun, tetapi mobil (dengan  sedikit modifikasi) memiliki siklus sepuluh tahun. Dalam kasus kendaraan bermotor,penggantian model akan dirancang untuk menggati model lama ketika penjualan menurun pada tingkat yang tidak diharapkan.
b.      Produk minuman seperti Coca-cola memiliki siklus hidup yang tak terbatas.
     3.      Penyebab produk memiliki siklus hidup
Beberapa penyebab produk memiliki siklus hidup adalah :
§  Produk memiliki umur terbatas
Penjualan produk melewati tahap-tahap yang berbeda, dengan tantangan yang berbeda bagi penjual
§  Laba naik turun pada tahap yang berbeda dalam siklus hidup produk ,produk membutuhkan  strategi pemasaran,keungan ,produksi,pembelian dan personel yang berbeda dalam tiap tahap siklus hidup produk.

B.  TAHAP SIKLUS HIDUP PRODUK (PRODUCT LIFE CYCLE )
Kebijaksanaan perusahaan dalam memilih produk yang akan dibeli (bagi perusahaan dagang) amat berpengaruh pada penentuan harga, strategi,promosi, yang akan dilakukan agar berhasil dalam melaksanakan fungsi penjualan dari bidang pemasaran.Pemilihan barang atau produk yang tepat untuk dipasarkan atau sesuai dengan perilaku pembeli ataupun daya beli konsumen akan menguntungkan perusahaan sehingga hasil kegiatan perusahaan yang dicapai akan  dapat mempertahankan atau ditingkatkan demi kelangsungan hidup perusahaan. Yang penting disini adalah bagaimana cara mengantisipasi  masalah-masalah yang mungkin dihadapi perusahaan karena terjadi proses tahapan siklus kehidupan barang. Siklus kehidupan barang ini akan selalu terjadi dimana pada suatu saat kalau produk tersebut sudah mencapai tahap kejenuhan akan mengalami penurunan penjualan yang berarti juga terjadi turunya tingkat pendapatan perusahaan. Oleh karena itu sebelum perusahaan terlambat dalam mengatasi perjalanan produk dalam siklus kehidupan produk maka tindakan yang harus dilakukan adalah strategi apa yang akan dilakukan atau kebijaksanaan apa yang  akan dilakukan agar sebelum produk tersebut sudah tidak laku lagi perusahaan sudah menyiapkan produk baru,sebagai pengganti atau strategi baru.


1.       Tahap perkenalan (introduction)
Pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) karena masih berada pada tahap permulaan,biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan .promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitikberatkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan
 laba yang diperoleh masih rendah.
2.       Tahap pertumbuhan (growth)
Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat.Cara lain yang dapat dilakukan untuk meperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya.
3.       Tahap kedewasaan (maturity)
Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikunya tetap. Dalam tahap ini ,laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru .Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.
Tahap kedewasaan dibagi dalam tiga fase .
Ø  Fase pertama :
Kedewasaan tumbuh (growth matury)
·         Tingkat pertumbuhan penjualan mulai turun.
·         Tidak ada saluran distribusi baru yang dapat diisi
·         Beberapa pembeli yang terlambat masih memasuki pasar.
Ø  Fase keedua  :
Kedewasaan stabil (stable matury)
·         Penjualan menjadi datar dalam basis per kapita karena kejenuhan pasar
·         Sebagai besar konsumen potensial telah mencoba produk itu,
·         Penjualan masa depan ditentukan oleh peratumbuhan populasi
Ø  Fase ketiga :
·         Tingkat penjualan absolute mulai menurun
·         Pelanggan mulai beralih ke produk lain
·         Pelanggan beralih ke produk subtitusinya.
4.       Tahap kemunduran (decline)
Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan slalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun.Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru,maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas’ Alternatif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain :
·         Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).
·         Meninjau kembali dan memperbaiki program pemasaran serta program produksinya agar lebih efisien
·         Menghilangkan ukuran,warna, dan model yang kurang baik
·         Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada atau meninggalkan sama sekali barang tersebut.

PLC juga memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :
·         Tidak setiap produk melalui semua tahapan. Beberapa produk bahkan ada yang tidak pernah melewati tahap perkenalan. Umumnya produk yang gagal memasuki semua tahapan ini adalah produk-produk yang berkaitan dengan teknologi dan metode (fad) .contohnya : produk-produk elektronuk (walkman,tape recorder,komputer dan aksesorisnya, dan lain-lain
·         Panjang suatu tahap PLC untuk tiap produk sangat bervariasi
·         PLC dapat diperpanjang dengan inovasi dan repositioning.

c.       STRATEGI PEMASARAN SIKLUS HIDUP PRODUK (PRODUCT LIFE CYCLE)
Seacara garis besar konsep daur hidup produk sangat berguna dalam rangka mengembangkan strategi pemasaran dalam berbagai tahap dalam daur hidup produk. Strategi pemasaran yang digunakan dalam tahapan daur hidup produk terdiri dari : 
1.       Tahap Perkenalan (introduction)
Empat strategi pemasaran yang dapat digunakan dalam tahap ini adalah :
a.       Strategi peluncuran cepat (rapid-skimming strategy)  merupakan peluncuran  produk baru pada harga tinggi dengan tingkat promosi tinggi.Perusahaan mengenakan harga tinggi untuk memperoleh laba per unit yang setinggi mungkin. Biaya promosi yang tinggi untuk meyakinkan pasar tentang manfaat produk walaupun harganya mahal. Promosi yang tinggi ini juga dapat mempercepat penetrasi pasar. Strategi ini dapat diterima dengan asumsi : sebagaian pasar potenisal tidak menyadari produk itu : konsumen telah sadar akan produk dan dapat membayar harga yang diminta; dan perusahaan menghadapi persaingan potensial dan bermaksud membangun preferensi merek.
b.      Strategi peluncuran lambat (low-skimming strategy)
Strategi ini bisa diterima dengan asumsi : ukuran pasar terbatas; sebagian besar
Pasar sadar akan produk itu; pembeli bersedia membayar dengan harga tinggi; dan persaingan potensial belum mengancam.
c.       Strategi penetrasi cepat (rapid-penetration strategy)
Peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi besar. Strategi ini cocok digunakan jika pasar tidak menyadari kahadiran  produk, sebagian pembeli peka terhadap harga, terdapat persaingan potensial yang kuat, biaya produksi menurun sejalan dengan skala produksi dan pengalaman.
d.      Strategi penetrasi lambat (slow-penetration strategy)
Perusahaan percaya permintaan pasar sangat peka terhadap harga tetapi kurang peka terhadap promosi,strategi ini masuk akal bila pasar besar;pasar sangat sadar akan produk ;pasar peka terhadap harga; dan ada persaingan potensial .



2.       Tahap pertumbuhan
Strategi pemasaran pada tahap pertumbuhan:
·         Perusahaan meningakatakan kualitas produk serta menambahkan keistimewaan produk baru dan gaya yang lebih baik.
·         Peusahaan menambahkan model-model baru dan produk-produk penyerta(yaitu,produk-produk dengan berbagai ukuran, rasa dan sebagainya yang melindungi produk utama).
·         Perusahaan masuki segmen pasar segmen baru
·         Perusahaan meningkatakan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi baru.
·         Perusahaan beralih  dari iklan yang membuat orang menyadari produk(product-awareness advertising) ke ikalan yang membuat orang memiih produk(product-preference advertising).
·         Perusahaan menurunkan harga untuk menarik pembeli yang sensitif terhadap harga lapisan berikutnya.
3.       Tahap Kedewasaan (Maturity)
Pada suatu titik , tingkat pertumbuhan penjulan produk akan menurun dan produk akan memasuki tahap kedewasaan relatif. Tahap ini biasanya berlangsung lebih lama dari tahap sebelumnya dan merupakan tantangan berat bagi manajer pemasaran. Kebanyakan produk berada pada tahap kedewasaan dari siklus hidup.
Ada tiga fase kedewasaan yaitu :
a)      Fase kedewasaan bertumbuh (growth maturity); Tingkat pertumbuhan penjualan mulai menurun dan tidak ada saluran  distribusi baru.
b)       Fase kedewasaan stabil  (stable maturity) :Penjualan  datar atas dasar per kapita karena kejenuhan pasar, dan masa depan penjualan ditentukan oleh pertumbuhan populasi dan permintaan pengganti.
c)       Fase kedewasaan menurun  ( decaying maturity) : Penjualan menurun dan konsumen mualai beralih ke produk lain.

Terdapat tiga cara bermanfaat yang mengubah jumlah pemakaian terhadap suatu merek  (brand),yaitu :
§  Modifikasi Pasar
Perusahaan dapat mencoba memperluas pasar untuk mereknya yang mapan dengan mengatur dua factor yang membentuk volume penjualan ,yaitu jumlah pemakai merek dan tingkat pemakaian per pemakai.
Perusahaan dapat mencoba memperluas jumlah pemakai merek dengan tiga cara :
a.       Mengubah orang yang bukan pemakai
b.      Memasuki segmen pasar baru
c.       Memenangkan pelanggan pesaing
Volume pemakaian dapat juga ditingkatkan dengan meyakinkan pemakai merek sekarang untuk meningkatkan pemakaian tahunan merek tersebut, dengan strategi :
v  Penggunaan lebih sering
v  Lebih banyak pemakaian pada saat penggunaan
v  Penggunaan baru dan lebih bervariasi
§  Modifikasi produk
Perusahaan dapat mendorong penjualan dengan memodifikasi karakteristik produk melalui :
v    Peningkatan kualitas
Hal ini bertujuan meningkatkan kinerja fungsional produk seperti,daya tahan ,keandalan,kecepatan,rasa, dsb
v    Peningkatan keistimewaan
      Hal ini bertujuan menambah keistimewaan baru seperti ,ukuran,berat,bahan,bahan              tambahan,aksesoris. Keanekagunaan,keamanan, atau kenyamanan produk akan  semakin meluas.
v   Peningkatan gaya
Hal ini bertujuan meningkatkan daya tarik estetis suatu produk agar lebih menarik perhatian konsumen.
§  Modifikasi bauran pemasaran
Perusahaan juga dapat mencoba mendorong penjualan dengan memodifikasi berbagai elemen bauran pemasaran, seperti :
ü  Memberikan potongan harga
ü  Membuka saluran distribusi yang lebih luas
ü  Menambah pengeluaran untuk iklan
ü  Meningkatkan promosi penjualan
ü  Meningkatkan pelayanan
4.       Tahap penurunan (Decline)
Penjualan perusahaan yang semakin bergerak kea rah penurunan merupakan gejala tahap decline dalam PLC. Penurunan penjualan ini disebabkan oleh factor- factor seperti perubahan selera pasar,produk substitusi diterima konsumen (baik dan dalam negeri maupun dan luar negeri) dan perubahan teknologi.Perusahaan akan mengeksploitasi produknya sebelum memutuskan untuk menghapusnya dan jajaran lini produk yang ditawarkan. Semuanya ini mengakibatkan menghebatnya persaingan harga,kelebihan kapasitas, dan laba perusahaan menghilang. Namun produk yang memasuki tahap decline bukan berarti sudah tidak menguntungkan lagi.Ada kemungkinan justru menguntungkan bagi perusahaan yang masih bertahan di pasar, karena dapat memanfaatkan sisa sisa konsumen yang sudah ditinggalkan pesaing.Pada tahap ini produk hanya akan memenuhi kebutuhan pasar inti, sehingga konsumen cenderung spesialis.
              Sejumlah alternative dapat dilakukan pada tahap akhir PLC ini. Namun perlu diperhatikan bahwa pilihan alternative haruslah didasarkan pada kekuatan dana kelemahan perusahaan serta daya tarik industry bagi perusahaan.
                     Berikut adalah strategi bertahan dalam tahap penurunan yang terssedia untuk perusahaan yaitu :
a). Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat posisi pasar
b). mempertahankan level investasi sampai ketidakpastian industri itu terselesaikan
c). Mengurangi investasi secara selektif dengan melepas pelanggan yang tidak menguntungkan
d). Menuai investasi untuk memulihkan kas secepatnya.
e). Melepas usaha secepat mungkin dengan menjual asetnya
v  Teknik atau cara untuk memperpanjang daur hidup produk
Beberapa teknik atau cara untuk memperpanjang daur hidup produk
Ø  Meningkatkan konsumsi dengan cara membujuk konsumen untuk meningkatkan penggunaan produknya dengan berbagai manfaat yang ditawarkan.
Ø  Mencari fungsi lain produk dari biasanya
Ø  Memodifikasi produk agar tampil baru
Ø  Mencari target konsumen baru

Ø   Membidik segmen pasar baru

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

No comments